Macrame Book

Macrame Book
buku macrame seri pertama dan seri ke dua, paket buku seri pertama cd bku dan 1 bungkus talikur 160.000, paket buku seri kecua cd, bku dan 1 pcs furing instan 165.000 (free ongkir jawa) untuk order formatnya Nama, alamt lengkap, jumlah buku yang diorder. sms/watsap 0818611786

Sunday, August 21, 2011

tas item full manik2,,manik...

nah nek yang ini campur manik-manik, kayak tas-tasnya orang kaya getu,,maksud saya disini , saya perkirakan ini bakalan ngabisin banyak manik-manik, jadi dilarang pake tas ini siang hari, ntar orang-orang pada silau,,hahahah,, bcanda-bcanda, tas ini cantik juga kok, meskipun saya bisa bilang ini termasuk produk disen gagal saya,,heheheh #nyengir.....

model bundar kantong doraemon #inspirasi.

hal kelima hal paling lucu saat disen,,,saat liat kartun doraemon di tipi, eh muncul ide buat disen tas model ini,,#masih senyum2 mesem, tunggu design selanjutnya ya ^_^..

tas Biru dengan Fita putih.

cekidot nie juga salah satu design terbaru gw, *nunjuk diri sendiri, coba perhatiin baik-baik tas ini, di detile designnya gw #agak jadi orang jakarta dikit, ngasi sentuhan abjad ABCD, tujuannya sih buat lo-lo pada apal abjad,,hehehhe, #posting nggak nyambung, yang jelas nie salah satu design terbaru buatan saya.
saya anggap sih cantik, secantik yang buat #rada narsis..hihihihi

Tas ungu dengan tutup pita

kekuatan Imajinasi, lagi-lagi saya berkata seperti itu, saya suka banget dengan exsperimen, hal-hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, bisa di tuangkan dalam imajinasi saya, salah satunya tas ala khalayan saya di atas, saya selalu berhayal tentang apa saja yang trend saat ini, apa saja yang akan menjadi ide dalam tulisan saya, salah satunya adalah tas. apa saja saat hal itu yang menyangkut tentang tas dan hal-hal lainnya adalah sesuatu yang seru bagi saya. design, dunia yang dah lumayan lama saya suka, tapi belum pernah terpikir buat design tas, tapi akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan dunia ini, imajinasi simple yang bisa jadi sesuatu yang luar biasa, percaya nggak?, nggak usah percaya juga nggak apa-apa.

saya seorang gadis biasa saja, nggak spesial, nggak cantik, nggak juga bisa beli barang mewah dengan mudah. tapi saya selalu bisa mendapatkan apa yang saya inginkan, meskipun dengan bersusah payah. contohnya beli baju, beli aksesoris cewe dan lain sebagainya,
akhir-akhir ini saya punya pemikiran hemat, saya ingin sekali mempunyai barang mewah tapi buatan saya sendiri, di belahan dunia mana aja orang nggak punya yang saya punya, al hasil mulailah saya dengan kreasi saya sendiri, membuat perlengkapan dari ujung rambut sampe ujung kaki, nggak perlu repot-repot ngeluarin uang banyak, cukup modal ide, dan sedikit sentuhan, jadilah sebuah penciptaan trend ala saya sendiri. urusan orang lain suka itu nomor sekian bagi saya, yang penting saya puas.

begitulah cara saya memulai menjadi sebuah entreprenership, kalo mau coba, ikuti saja tips ini,,^_^..

Super S bag design Dian

Ini salah satu design tergila yang pernah aku design, idenya dapet dari seorang temen gila, sebut saja namanya LEBON, posting di page Bale Dian Bags, request bikin tas model Sempak, hhhahahahah, awalnya ngakak-ngakak becanda gag jelas, tapi pas setelah becanda-becandi, jadi kepikiran juga, he'um ya kenapa gag nyoba model yang laen. enging,,engggg,,bukalah corel, utak atik sebentar muncullah iden ini, bentuk tas segi tiga yang mirip banget SEMPAK kalo dilihat-lihat, nggak seratus persen mirip sih, tapi setidaknya bentuknya segitiga,,hahahahah,. 

Masih belum sempat percaya, kok bisa-bisanya aku ngikutin ide gila MR lebon, tapi kalo dipikir-pikir, semuanya bisa jadi inspirasi, jangankan SEMPAK, yang laen-laen juga bisa jadi bentuk tas yang antik dan unik,,#yang laen itu di sensor dulu.

Oke balik lagi ke model tas ini, setengah Segitiga yang berbentuk oval, gag kepikir kan kalo idenya dari kata sempak, tapi percayalah, ide-ide gila kadang mendatangkan sebuah kekreatifan yang tidak bisa di nalar oleh siapapun. *lucunya. 

meski gag masuk akal, tapi akhirnya jadi juga kan, Super S tas, saya sebut tas ini, S kepanjangan dari Sempak, hahahhahaha,!!!,,,, 



Saturday, August 20, 2011

blue grey macream


ijo lumut macrame


flower brown macrame


Black and white macrame


MAcream tree pattern


flower bag MACRAME


color young brown and red brown
lebar 23 cm
tinggi 17 cm
tali 98 cm
ready stock


pada dasarnya menurut saya yang bukan ahli macrame ini, seni macrame itu sendiri adalah sebuah seni yang membutuhkan imajinasi menciptakan suatu karya, solanya nggak ada kreasi berart mati, gag mungkin kan selamanya jadi paham turut alias followor, orang buat seperti itu kita juga buat yang sama, apa bedanya sama ctrl C trus ctrl V. sejujurnya saya paling benci meniru, atau menciplak secara persis karya orang, *ini masih bagian menghargai karya orang lain.
saya lebih suka dibilang karya saya jelek daripadi dibilang peniru, rasanya gimana getu. saya aja kalo make busana atau aksesoris yang sama rasanya gimana getu, apa lagi kalo meniru orang lain. STOP, its not my style.

saya memang masih sangat baru, gag bisa dibilang ahli dalam dunia macrem, masih sangat bau cetek, dan karya-karya saya masih monoton juga, belum bisa disamakan dengan tangan-tangan berpengalaman, tapi satu hal saya mau belajar, saya mau tau banyak tentang dunia macrame, dan saya mulai mencitai dunia ini, bagi saya macrame adalah dunia kedua saya setelah bernafas dan bergerak. dengan macrame saya jadi berpikir tentang motif setiap hari, dengan macrem juga saya belajar ketekunan, belajar nyari duit dengan jualan, dengan macrame juga saya belajar berwirausaha secara kecil-kecilan, dengan macrame juga saya belajar jadi orang sabar, memutar-mutar tali kur menjadi sebuah tas,
Banyak hal yang saya pelajari dari macrame dan saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari seni ini. saya ingin lebih dari yang saya tau saat ini, ini dunia baru bagi saya dan saya mencintainya, LUV MACRAME...


Saturday, July 30, 2011

free, only at Bale Dian Bags, crochet witt wool yarn


crochet with wool yarn, i had learned this from my cousin Enca, she is master of crochet, her hand so fast when touching the yarn. and i'm trying to follow her now. she so fast, and i felt despondent, huhhh,, so hard!! but isn't Dian Sispayani if she give up before fight. oke let's we try again and again,

and..taraaaaaa look at the picture, 4 small wallet for HP only 1 day, hmmm, good job. and directly i have an idea. Like I give this wallet free if our customer buy a bag, get the bag and you will get the wallet for free. This method for promotion when I read in one of book, how to increase product selling. I trying to learn anything as a good beginner entrepreneur.

Red Macrame with "tree Patterns"

Helo here again, what's up?
Look at the picture, RED MACRAME BAG absolutely from my hands.
okey lets we discussed about the picture. Those bag name’s “tree patterns”, with length 28 cm and width 30 cm, and range price RP 100.000 or $ 11.
Those bag I made by my self, and exhausted for about 7 cords red and 1 cord black an ¼ cord brown. And needed 1 day to make those bag. About the design, just in my mine and I never copy from anybody, because I always think I can make a different design without copy from the other. Its my principled!.
Sometime I think why I always make a same design from internet?, why I never try to make a different?. And from bottom of my heart, I try it, and look at my creation, I can made different and I proud ^_^, I have a mission to make a design bag from day to day not same, so, one bag for one people, this is it I said one mode for one people, I made my trend from my hands. But it’s not easy, because, so much obstacle, when I in a bad mood, hard to me to make a good design, problem and the other. Speak about macramé bag, speak about my dream, and I have big spirit when I said I’ll be a success women, will be a entrepreneur, *my dream, and I hope will be.
Oke back to macramé bag, made a bag need touch of art, about the design, and customer longing. Must balance, because we don’t know how to make a popular bag, we just guess, remember guess, and guess need observation to customer, try to understand the customer. If u need close with your customer, be friend with them. That more easy to u to dig the information about them.
It not same if u live in downtown, customer didn’t complain about the price, cheap or expensive, doesn’t matter, but in my village price is a big problem. But now I can handled that, with make a small bag and cheap price. Price reached and product good selling, It’s the goal.
My village included a poor district, and almost the society get outcome from farmer and civil servant. They never think, how to be an entrepreneur?. They never do something different between farmer and civil servant. And the big obstacle when they think be entrepreneur is money, if we don’t have a lot of money don’t think we will be an entrepreneur. Why always money?.
Can u tell me?, why money always a first problem for young entrepreneur. .*just leave comment .

Thursday, July 21, 2011

Black with kupu-kupu macrame



warna hitam,,bagi saya sih elegan nggak tau bagiorang lain,,seperti tas yang saya buat kali ini,,hitam dengan padu padan warna coklat muda, coklat krem, dan coklat marun ^_^, #saya menyebutnya seperti itu, seperti tas-tas yang saya buat sebelumnya, tas ini sama, cuma yang membedakan motifnya aja,,,ukuran dan sebagainya sama,
saya namakan tas ini BLACK MACRAME with Kupu-kupu, soalnya motifnya yang hampir mirip dengan kupu-kupu yang tidak sempurna, #setidaknya seperti itu, ^_^,,,

Sunday, July 17, 2011

MACRAME tas hape + dompet

kesan pertama saat memperkenalkan tas ini adalah, *lucu ya, bagus ^_^,,itulah kesan yang di tampilkan, tas ini sangat mungil cocok buat hape dan dompet, simple, etnik tapi cantik.

sebenarnya saya nggak mau banyak omong, soalnya dah banyak orang bilang bagus nie tas, jadi menurut saya bagus aja, harganya murah RP. 35.000, modelnya banyak, beragam warnanya juga bisa di pilih sesuai selera. 
kreasi yang cantik bukan, anda juga bisa membuatnya loh, silahkan kontak saya di 0818611786 kalo mau belajar, ^_^..
motif seperti tas di atas sangat biasa di pakai dalam sebuah kerajinan macrame, bukan terkesan murahan, tapi lebih terkesan simple, ^_^,,#kira-kira begitu.

Macrame *tas Kur Pesta part 2

Haiiiiii, posting lagi tentang tas kur, kali ini saya “Dian Sispayani” sedang bereksperimen dengan tas kur alias macramé untuk pesta, ukurannnya sedikit lebih kecil, lebarnya 30 cm dengan tinggi sepanjang 15 cm, harga RP. 60.000, cukup terjangkau. Warna ijo yang cantik ^_^,
Tas kur pesta yang simple, bisa di padu padankan dengan dres atau kebaya, atau batik, atau sesuatu yang etnik lainnya. Kata etnik, mari kita bicarakan hal-hal tradisional dan etnik lainnya, salah satunya adalah suatu kerajinan yang dibuat oleh tangan. Tas kur di atas adalah sebuah buatan tangan yang cantik *bukan karena ini tas buatan saya. Tapi emang betul *silahkan searching di google untuk melihat variasi model tas kur ini.
Saya saja sampai bingung harus membuat yang model apa setiap harinya, karena model tas kur ini banyak banget, tapi sebanyak itu belum tentu di sukai konsumen, untuk itu sesuatu yang bagus belum tentu laku, tapi sesuatu yang sederhana dan simple biasanya laku. *tapi ini nggak berlaku untuk orang urban, soalnya biasanya masyarakat urban lebih suka sesuatu yang agak fashionis *maksud dari fashionis adalah, Sesutu yang nggak biasa di pake dengan PD oleh orang desa #begitulah saya menyebutnya.
Orang desa, adalah orang dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan akan fashion termasuk rendah, mereka tidak pernah tau apa itu jumpsuit, long dress, flolar skirt atau fashion-fashion lainnya, yang mereka tau kain sarung, kemerja, kaos oblong dan sandal jepit, *ini sebagian besar, kalo sebagian kecilnya gag menutup kemungkinan kalau ada orang desa yang kuliah tinggi juga, tapi itu Cuma sebagian kecil.
Tinggal di desa yang perekonomiannya rendah dan membuka usaha kur ini butuh perjuangan yang keras, kenapa? soalnya uang sangat sulit disini, apa lagi untuk membeli tas berkisar antara RP. 35.000-RP. 200.000, mereka pasti akan pikir panjang. Tapi nggak ada salahnya mencoba, membuat tas kur yang bisa dijangkau oleh masyarakat desa.. dan menurut saya tas kur ini cocok di pakai oleh masyarakat desa, soalnya tas ini yang tahan sampai bertahun-tahun, nah itung-itung pengiritan nggak beli tas selama bertahun-tahun, beli satu harga mahal tapi tahan 5 tahun, dari pada beli murah tapi gag tahan 1 bulan, lebih ekonomis kan?. Itu cara Dian berbisnis. ^_^, lupp my life,

Monday, July 11, 2011

Macrame bunga *tas Kur pesta

Eh ketemu lagi ^_^,,akhirnya posting tentang tas tali kur lagi alias macrame, liat baek-baek gambar disamping, setidaknya sudah sangat jelas, tapi ane ngerase masih perlu di jelasin dikit gimana cara bikin motif kur bunga ini, oke mare kita mule.
<-- lihat gambar di samping...
1. gambar pertama adalah membuat motif bunga, dalam gambar di perlihatkan bahwa sebuah bunga sudah jadi *itu anak esde aja tau kale. lanjut lah kita ke no berikutnya aja ya?.
2. nah nie dia liat tangan saya ada delapan tali kur yang saya pegang, kalo anda ingin peraktik dengan segera, lakukan seperti yang di gambar.
3. ambil empat tali kur sebelah kanan,
4. gunting tali kur tersebut,
5. hasilnya seperti gambar no 5, potong sependek mungkin untuk menghilangkan kesan sambungan pada saat menyambung.
6. sambung dengan korek api dengan warna yang lain, seperti pada gambar.
7. mulailah kita pada tahap membuat motif, putar benang kur dua kali yang warna orange seperti pada gambar, lakukan sebanyak delapan kali, tiap satu tali kur ada dua putaran.
8. hasil putaran no 7.
9. hasil putaran benang kur yang berjumlah delapan.
10. nah nie dia hasilnya yang berbentuk, hasilnya seperti ini kira-kira, lakukan hal yang sama pada arah bagian di bawahnya, agar berbentuk bunga.
11. ini adalah hasil akhirnya, mudah bukan membuat motif bunga.
12. to be continue.....posting selanjutnya baru cara membuat bawah tali kur ^_^

Mudah bukan membuat motif bunga,mari coba,, buat yang ngerasa kreatif, gag ada salahnya untuk mencoba, betapa bangganya menggunakan tas buatan sendiri,,ya nggak,,salam Dian.

Saturday, July 9, 2011

macrame **

selalu salah nulis kata macrame, kecerobohan + kebodohan yang terjadi berulang-ulang, dodol, salah nggak cuma sekali, tapi bertubi-tubi, liat aja dalam posting-posting saya kata macrame selalu kekurangan A, salah satu kelemahan saya adalah tidak teliti, dan liat angka banyak selalu pusing, padahal dulu waktu jaman esde aku nie rajanya matematika, kalian 1 sampe 10 di luar kepala.*percaya nggak percaya.
mari kibalik membahas hal-hal yang berbau kerajinan tangan, seperti menganyam, karena membuat tas macream tidak lebih dari sebuah anyaman yang dijadikan tas.
salah satu pusat anyaman tersebesar di lombok adalah di daerah loyok, dulu *mengenang masa lalu, jaman masih kecil, aku sering di pesenin tas sama bapakku di loyo + sebuah nama "Dian Sispayani", terukir di tasku, jaman dulu, belum pernah terpikirkan olehku gimana caranya membuat tas bertuliskan nama di tas itu. sampai sekrang pun masih belum terpikirkan, gimana sebuah bambu bisa menjadi sebuah tas cantik atau anyaman lainnnya, tapi setelah bergelut dengan macrame aku mulai sadar, kekuatan menciptaka itu ada, sesuatu yang di anggap sulit oleh orang lain ternyata gampang untuk kita sendiri. sama halnya dengan proses merajut, sesuatu yang aku anggap sulit dulunya ternyata sekarang gampang, entahlah mungkin karena beranggapan aku bisa ya aku pasti bisa. bersemangattttttttttttttttt,,,,
beberapa kesulitan yang aku temui ketika membuat sebuah tas adalah, jenuh, kejenuhan dalam mendesign, kadang aku sangat jenuh ketika mendesign sebuah tas yang sama, pengen sesuatu yang beda setiap harinya, pengen sesuatu yang tidak pernah sama, jadi ada penambahan ilmu setiap harinya, itu yang aku inginkan, karena mendesign sesuatu yang beda setiap harinya, membuat kita memiliki banyak pilihan, belajar dari orang yang berpengalam, ambil ilmunya, kombinasikan denga hal-hal yang baru dan lebih imajinatif. menciptakan sesuatu yang baru tidak mudah,tapi tidak pernah ada salahnya untuk dicoba ^_^,,,

Macrem ala-ala saya^_^
Banyak orang setelah melihat tas yang saya buat berdecak kagum, “tasnya bagus,,”,
“tasnya lucu…”, dan banyak lagi komentar lainnya. *ini bagi yang menyukai tas tali kur loh. Begitupun hari ini, orang-orang berdecak kagum dengan tas tangan buatan saya. Saya juga tidak sadar akan kekuatan imajinasi saya, seperti tersihir ketika memegang tali kur, seperti pikiran jalan sendiri. Yah buah karya tangan yang tak ternilai dengan kata bagus, hanya saja yang belum saya pahami sampai sekarang, kenapa saya bisa?. *ini pertanyaan bagian dari mengetahui kelebihan diri sendiri.
15 menit belajar langsung bias *percaya nggak percaya. Internet sangat membantu saya ketika mencari ide, membrows jenis tas yang sama dengan motif yang berbeda, tapi jujur saya tidak terlalu suka dengan hal-hal yang berbau meniru, makanya saya selalu ingin menciptakan sesuatu yang baru untuk tas yang saya buat. Tapi orang lain alias konsumen belum tentu suka, kenapa?, karena sesuatu yang baru belum tentu masuk di trend. Hiyaaaaa trend, apalah arti sebuah trend kalo kita jadi follower, jadi inget sebuah kata dalam permainan jojo’s fashion “where I go fashion always follow”,  lupa yang ngarang siapa, tapi tu kata-kata bisa bikin semangat 45 loh, atau kayak yang di lakukan lady gaga, she never care when people judge her freak, seperti dalam lagu born this way, karena dia sudah di takdirkan seperti itu.
Macrem, seni rajut tas dengan tangan, 10 jari tangan yang saya miliki mempunyai kekuatan magic, saya melakukan banyak hal dengan tangan saya, melakukan banyak hal yang positif tentunya, 10 jari tangan yang tidak pernah akan saya ragukan kekuatannya lagi.
Gag butuh mantra untuk membuat sebuah tas dengan aliran tertentu, nggak juga butuh tapa di gunung berbulan-bulan untuk mendapatkan pembeli tas ini, cukup butuh ide dan kreatifitas + ketekunan, so mari mencoba. Internet sudah meraja lela, sudah tidak di ragukan lagi keberadaannya, *nie aja dah nyempil di desa. Jadi manfaatkanlah internet untuk memasarkan apapun yang ingin di pasarkan, coba rubah pola pikir, sekarang kita hidup di jaman networking, di mana jaringan merupakan alat penghubung. Dari anak TK udah bisa maen fesbuk. Memanfaatkan jaringan untuk berbisnis, step by step, pelan tapi pasti itulah cara kita berbisnis, nggak ada ceritanya orang kaya nggak butuh proses, buang tuh jauh-jauh, semua proses itu mesti ada, hadapi dengan pelan tapi pasti.
Seni macramé  saya kenal dari seorang kakak saya, namanya Siti nurmayanti, kk Anti begitu saapaan akrabnya, dah lama menggeluti dunia macramé ini, dah nggak tau berapa tahun, yang jelas kalo di bilang dia adalah suhunya macramé bagi saya, belajar banyak dari kk Anti membuat saya mencintai seni ini, merajut dengan tangan sendri, loh kok bisa?, bisalah, kalo dipikir-pikir semunya pasti bisa, ^_^, tangan saya adalah kekuatannya dan pikiran saya adalah imajinasinya. Seimbangkan keduanya dengan perlahan tapi pasti, ntar pasti dapet ide-ide baru. *begitulah saya mendeskripsikan imajinasi saya ^^, selamat mencoba…

Tuesday, July 5, 2011

Motif Blunder ala Dian


Macream Bags :
Harga : RP. 120.000
Lebar : 31 cm
Tinggi : 22 cm
Motif : blunder
Warna : hitam 









Motip blunder yang cantik.
Ini motif saya namakan motif blunder ala Dian, nggak tau kalo udah ada yang buat terlebih dahulu, tapi saya belum pernah liat. Motif ini salah satu dari sekian motif hasil uji abal-abal saya *kenapa saya bilang abal-abal, karena ini motif coba-coba, mutar-kiri mutar kanan tali kur eh dapet ini. Motif ini pada dasarnya menggunakan tehnik yang sangat mudah, Cuma tinggal muter kearah kiri dan kanan kemudian tengahnya di satukan untuk membentuk titik. Lakukan secara rapi sampai panjang yang di inginkan, motif ini terkesan rapi dan anggun karena bentuknya yang seragam dan tidak terlalu rame, cocok buat ibu-ibu, remaja ataupun wanita dewasa.
Boleh di bilang menganyam tali kur membentuk sebuah tas gampang-gampang susah, karena selain ketekunan yang di butuhkan, di butuhkan juga kreatifitas yang tinggi agar hali anyaman yang didapatkan tidak monoton. Karena pada dasarnya sesuatu yang bagus itu adalah sesuatu yang berkembang terus menerus, begitu juga dengan motif tali kur ini. *jangan sampe keluar tema, mari balk lagi ke motif tali kur model blunder ini. Cara membuat detilnya akan di jelaskan nanti di bawah. Sampe ketemu dalam posting yang ke dua.



Membuat tas tali kur motif blunder.
Hal pertama yang harus disiapkan untuk membuat sebuah tas adalah peralatan dan bahan yang di gunakan, perlengkap alan dan bahan agar pada saat membuat tidak repot mencari-cari kekurangan.
Alat:
  1. Guntingà di gunakan untuk memotong panjang tali kur,
  2. Korek apià digunakan untuk menyambung tali kur yang satu dengan yang lainnya, kekuatan sambungan menggunakan api iniboleh di adu kuatnya..
  3. Aksesorisàaksesoris ini untuk mempercantik tali kur, bias seperti besi atau manic-manik, sesuaikan aksesoris dengan tas agar tidak terkesan norak.
  4. Meteranàmeteran sangat di butuhkan untuk mengukur panjang dan lebar tas yang akan di buat.
  5. Jarumà digunakan untuk menjait daleman tas dan untuk menempel aksesoris
  6. Benangàdigunakan untuk aksesoris dan menjait daleman tas
Bahan:
  1. Tali kur
  2. Puring
  3. Busa untuk daleman tas
  4. Resleting



Tips membuat tali bundar:
  1. Hal pertama di lakukan adalah mengukur tali kur yang akan di buat untuk tali bundar sepanjang 70 cm di butuhkan tali kur sepanjang +_300 cm *ukuran tali sesuai selera.
  2. Potonglah tali kur menjadi 4 bagian kemudian ikat mati disalah satu ujungnya.
  3. Mulailah membuat dengan meletakkan tali kur yang sudah di ikat mati detangan sebelah kiri*aturan ini tidak berlaku bagi yang kidal. Lihat gambar no 1, pegang sebuah tali kur tarik ke jempol. Tarik tali kur ke tali kur lainnya, lihat gambar no 2, di ambil satu pertasu kemudian di masukkan lagi ke belakang jempol seperti gambar no 5. Setelah itu tarik tali kur agar berbentuk rapi, lakukan terus menerus sampai sepanjang 70 cm.

  4. Setelah tali bundar jadi, bukalah ikatan tadi dan tali bundar siap disatukan menjadi tali tas.




Cara membuat motif awal :
Hal yang paling basic dalam seni merajut kur ini adalah motif seperti gambar no 7 *saat saya menulis ini saya belum tau nie motif namanya apaan, jadi unuk membuatnya jelas saya namakan motif no 7; #maaf ya buat yang nyiptain motif ini, habis saya nggak tau namanya.
  1. Siapkan dua buah tali kur seperti gambar no 1.
  2. Ambil tali kur yang sebelah kiri *sebelah kanan juga boleh tergantung selera, buatlah seperti gambar no 2.
  3. Kemudian tarik seperti gambar no 4 *apabila tidak berbentuk seperti gambar no 4 maka anda dikatakan gagal,
  4. Lakukan sekali lagi, buat tadi yang mulai sebelah kanan sekarang ganti kiri, begitupun sebaliknya sampai membentuk seperti gambar no 6.
  5. Tarik tali kur untuk membentuk seperti gambar no 7, jangan tarik keras-keras, tarik pelan-pelan saja agar bentuknya terpancar *jiahhhh sinar mata hari kale.^_^.
  6. Buatlah motif no7 sebanyak 38 buah untuk membuat tas macrem seperti di atas.



Menyambung tas Kur:
Lihat gambar di atas kan?. Sambung motif no 7 tadi mebentuk motip bagian atas *liat tanda panah merah, cara menyambungnya sama, nggak ada bedanya, lakukan sebanyak 38 kali, maka akan terbentuk sebuah lingkaran, lakukan terus agar motif terlihat jelas.


Membuat motif blunder:
 
Hal-hal yang di lakukan:
  1. Ambilah empat buah tali kur, empat kea rah kiri dan empat kearah kanan.
  2. Kemudian putarlah tali kur tersebut seperti gambar no 2, tiap satu kali tali kur di putas dua kali, jadi sebanyak dua buah tali kur terdapat 4 buah putaran, lakukan hal yang sama pada tali kur yang kedua baik yang kiri maupun yang kanan lihat gambar no 3.
  3. Setelah itu bagian tengahnya diambil empat buah kemudian dibuat seperti motif no 7 untuk memberikan titik pada tengah motif blunder.
  4. Ulangi lagi untuk membuat bawahnya, maka akan menghasilkan motif blunder yang cantik dan indah
  5. Selamat mencoba dari Dian sispayani ^_^
 



Friday, July 1, 2011

bags of macrame part 1

inilah beberapa motip yang saya terjemahkan dala tas, sebenarnya saya sedikit bosan membuat motip yang monoton seperti yang ada pada tas warna coklat, tetapi nggak taunya banyak pelanggan yang suka dengan motif tas tersebut, yah mau gimana lagi, harus ngikutin apa yang di mau konsumen, karena kan konsumen adalah raja, nah kita sebagai pembeli adalah babunya, *anggep aja seperti itu.

saya belajar dari pengalaman, banyak tas dengan model egois yang saya buat, egois disini adalah model suka-suka saya sendiri, nggak peduli dengan kehobian orang lain, tapi ternyata setelah mau di jual pelanggan kurang suka, kenapa?, karena setiap orang belum tentu memiliki selera yang sama seperti saya, apa lagi di desa saya, desa pringgasela yang notabennya bukan ornag kota yang pake hal-hal ngejreng tidak apa-apa, kalo disini pake hal ngejreng itu sesuatu yang memalukan. jadilah saya belajar dari situ, nggak egois lagi ketika ngedisen, dan penuh pertimbangan.

mama sama bapak banyak memberikan masukan, tapi yah kadang saya kurang bisa terima, karena saya anggap masukan mereka nggak masuk akal, tapi ternyata, masukan mereka lah banyak tas yang disukai, jadi malu. makasi ya mama,bapak.
<-- sedangkan tas ini saya buat ketika belajar gimana caranya membuat tas macream langsung dengan tutupnya, al hasil jadilah tas semacam ini, agak norak sih menurut saya, tapi karena ini masih belum disempurnakan saja, namanya juga dalam tahap belajar, jadi haru pelan-pelan. tas ini saya berikan motip bunga tulip, *setidaknya seperti itu saya menyebutnya.
tas ini berdiameter32 cm dengan tinggi 30 cm dan tali 75 cm, warnanya agak kurang tau saya *hee, jadi malu, bukan karena saya buta warna loh, tapi saya beneran nggak tau warnanya apaan..

ini juga salah satu tas yang saya buat ketika masih belajar, kreasi sediri dengan motif sendiri, kalo kata mama nie tas dapat dua jempol, berarti bagus,,heheh, warnanya krem+ abu-abu, motifnya saya sebut zig tanpa zag,,,soalnya cuma satu arah..
ini tas cukup besar ukurannya 34 cm dengan tinggi 35 cm,

flower bag ,acrea,


^_^

Black and white macream

^_^...

Pink Macream

^_^,,,

Coklat muda macrem

cantik kan?. ini juga hasil kreasi tangan saya, ^_^

IJO seger

halooooooooowwww,, ini salah banyak dari tas macream kreasi saya, silahkan diliat-liat gambarnya aja ya, soalnya saya mau nulis bingung mau nulis apa, kalo masalah tinggi 22 cm, lebarnya 30 cm dan harganya RP.100.000, murah kan?. inilah bentuk kreasi cantik saya, hehheheh, boleh lah di bilang cantik, #nggak boleh marah,,heheheh

COKLAT MACRAME

ukuran nya sama 20 cm tinggi, 30 cm lebar harga RP.100.000, ^_^, berUKM itu enak kan?, memanfaatkan kreatifitas dengan modal yang sedikit, berbagi ilmu denga orang lain, alangkah indahnya hidup ini ketika kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dalam masyarakat. ^_^, percayalah ., makasi buat kk anti yang udah ngajarin bikin tas, makasi banyak kk an, telah ngenalin cara buat tas tali kur.^_^, guru yang paing hebat, makasi banyak.

semua orang bisa membuat tas tali kur, tapi nggak semua orang sadar akan potensinya sendiri, seandainya saja semua orang mau berpikir ^_^,,semangatlah. ....

Tas Macrame

Si ungu mais, kombinasi warna ungu dan kuning, tepat banget, saya suka kombinasi warna ini karena tas yang di hasilkan jadi manis sekali, seperti saya *mule deh. tas ini sama seperti tas-tas lainya tingginya 22 cm denga lebar 30 harga 100 ribu saja. murah meriah untuk ukuran tas buatan tangan. coba bayangkan betapa bangganya anda memiliki tas dengan satu model, mau cari dimana aja nggak ada kembarannya. heee, itu sih menurut saya yang pada notabennya nggak suka kalo memakai sesuatu yang pasaran, silahkan di cek atau di buktikan kalo ada model yang sama di jual di toko dengan tas ini, kalo sama boleh saya kasi gratis, tinggal hubungin saya aja.

berUKM denga membuat tas macrem ini, merupakan salah satu cara saya mengajarkan masyarakat mandiri di kampung saya yang termasuk dalam desa dengan laju pertumbuhan ekonomi rendah. dengan mengembangkan UKM saya berharap ada perubahan, setidaknya tingkt pengetahuan masyarakat bertambah, mereka memiliki keahlian, dan bisa mandiri. karena dengan macrame banyak hal yang bisa di buat bukan hanya tas saja, tergantung cara kita mengembangka kreasi dan imajinasi kita.
dengan sedikit sentuhan sebuah tali kur yang sebelumnya berbentuk tali panjang bisa berubah menjadi tas cantik seperti di gambar, #tolong di catat pada intinya adalah kreatifitas dan mau belajar. karenda dengan belajar kita bisa mengubah diri kita sendiri, dari sesorang yang tidak tau apa-apa jadi seseorang yang tau apa-apa, begitulah cara saya memulai membuat UKM.

Biru Macrem

oke, kalo moti ini sudah sangat biasa di liat orang, tapi karena ini pesenan ya harus di buat, kalo yang ini saya nggak banyak omong soalnya dah terlalu banyak tas macrem dengan motif bunga seperti ini, tas ini tingginya 35 cm dengan lebar 38 cm, dan harga 210 ribu, ^_^

MAcrame Ala Dian

Inilah yang saya bilang memanfaatkan potensi diri, sebelumnya saya bukan siapa-siapa, tetapi setelah belajar macrame saya merasa saya bisa membuka sebuah peluang, itung-itung untuk membuka lapang kerja, dan mengajar masyarakat terampil, itu yang ada dalam benak saya. mulailah saya dengan beberapa contoh macrem di internet, mencoba meniru pola, tetapi lama-kelamaan saya berpikir kenapa harus jadi follower kalo bisa membuat motif sendiri? dan mulai lah saya mengembangkan motif buatan saya, dan hasilnya seperti di samping, tarararrarararararraraararararrararararararar,,,,,boleh bangga dikit nggak,,,dikit aja,,heheheh,,,
ini motif setelah saya belajar macrame selama 1 bulan dan saya namakan tas ini macrem daun, tingginya 22 cm dan lebarnya 30, harganya 100 ribu, murah kan untuk ukura tas yang di uat dengan tangan. tapi tas ini sudah soulout jadi kalau mau silahkan boleh pesan di nomer 0818611786..^_^

UKM


Orang bilang cari kerja di indonesia bagai mencari jarum dalam jerami, kalo nggak punya link atau masuk outsourching susahnya minta ampun. serjana banyak di mana-mana, dari lulusan ilmu pendidikan, baik yang bukan pendidikan. salah satu di tempat saya, desa pringgasela, sajana pendidikannya numpuk sampai nggak bisa di hitung, dan yang ada dalam pikiran mereka hanya bagaimana caranya menjadi PNS, entah itu mau nyogok atau berbuat hal curang lainnya, entahlah, yang jelas PNS adalah harga mati bagi mereka. belum ada dalam benak merak memiliki jiwa wirausaha, belum ada juga dalam benak merak membuka lowongan kerja bagi yang tidak serjana. dan yang selalu menjadi halangan mereka adalah permodalan, katanya nggak ada modal lah, nggak berani memulai sama aja PENGECUT, memikirkan gagal sebelum bertanding salah satu ciri orang GAGAL, Allah aja berjanji manjada wajada siapa yang mau bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasilnya. membangun usaha itu nggak seperti PNS yang tiap bulan dapet gaji, tapi lebih dari itu, ada pasang surut ada maju mundurnya dan naik turunnya, berbulan bulan bahkan bertahun-tahun ngejalanin baru tau haslnya. kalo kita siap menerima resiko itu kenapa mesti nggak mencoba.

masyarakat indonesia ini berjuta-juta banyaknya, kalo terus cari kerja, atau ikut tes PNS kapan dapetnya?, sementar kesempatan tes PNS sampe umur 35tahun, coba bayangkan, sampe umur 35 tahun yang di pikirkan hanya ikut tes PNS. bagaimana kalo kita berfikir dengan cara berbeda, abaikan modal. manfaatkan potensi diri dan kembangkan. mulailah dengan sesuatu yang simple,itulah gunanya kenapa kita harus memiliki ketrampilan, apapun itu meskipun sedikit kita bisa kembangkan dengan mempelajarinya lebih dalam. setiap orang punya keempatan untuk berkembang, setiap orang punya hak untuk maju, dan setiap orang bisa mengubah hidupnya sendiri, manfatkan lah semua yang di berika oleh Tuhan, karena Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia.
Tas tali kur, dibuat dengan menghabiskan 6 bungkus benang kur seharga @4500,  tas ini memiliki tali bundar dan lurus di bagian bawah, panjang talinya sekitar 75 cm, designnya sendiri sedikit berantakan karena tiap garis palang bunder dibawahnya saya membuat design yang berbeda memulai dengan garis di bawah tali, sampai ke bawah motifnya berbeda. tas ini ber diameter 30cm dengan tinggi 22 cm dan seharga RP. 100.000, sebenarnya tas ini sudah laku terjual.
warnya ABU-Abu, yang saya suka dari tas ini adalah designnya yang setiap bunderan garis berbeda, tas ini hanya ada satu, karena saya tidak pernah membuat tas yang sama dalam sebuah produk saya, jadi berbanggalah memiliki tas ini.
ketika saya membuat tas ini yang ada dalam pikiran saya adalah, bagaimana cara menyatukan sesuatu yang tidak bisa menjadi bisa, menyatukan sesuatu yang susah di cerna orang menjadi mudah di cerna, diantar tas-tas yang saya buat, menurut saya tas ini yang paling susah, karena pada saat saya membuat tas ini saya masih sangat baru dalam dunia macrem,tapi ternyata hasilnya bisa di banggakan. karena tas ini laku di jual, yah seperti itulah cara saya membuat tolak ukur, ketika tas itu laku di jual, menurut saya tas itu bagus. *itu menurut hemat saya loh. ^_^

Thursday, June 30, 2011

Demam kolam ikan @Pringgasel.

Gg. Sukiman Azmi, Pringgasela, nah saya hidup disitu, di sebuah rumah dengan trali besi berwarna merah, dan memiliki dua kolam ikan, tepatnya kolam ikan yang berombak, *itu bahasa bapak nyebut kolam ikannya. tetangga sebelah juga punya kolam ikan tapi khusus untuk konsumsi, tetangga depan rumah juga punya kolam ikan, depannya tetangga juga punya kolam ikan, depannya juga punya kolam ikan, tetangga sebelah kiri juga punya kolam ikan, jadi kesimpulanya semua orang di gang sukiman azmi berhasrat punya kolam ikan. #ini gara-gara bapak, jadi judulnya demam kolam ikan. weh,tapi lumayan bagus juga, ini bisa meningkatkan taraf hidup, karena adanya peningkatan penghasilan. alhasil taraf hidup semakin meningkat, #dua jempol. semoga taun-taun depan lebih sukses lagi dan masyarakat pringgasela bisa mandir jadi lebih baik.
memanfaatkan potensi dan membaca peluang, itulah yang menjadi andalan para pembududaya ikan nila di gang Sukiman Azmi, keadaan air yang bagus dan bersih membuat pemdbudidayan ikan bisa terus berjalan. good idea.dibandingkan dengan menanam padi yang hasilnya tidak seberapa leih baik membuat kolam ikan yang haslnya seberapa, itu hitungan bapak, kira-kiri begini perinciannya ala bapak saya --

Peluang bisnis ala pak ISMAIL--*kalo saya hanya mengcopy apa yang di bilang bapak: kalo nanem padi punya tanah seukuran 150m2 hanya menghasilkan untung 1 juta 800 belum di potong sana sini lebih baik bikin kolam ikan dengan penghasilan 10 juta ++ seelah dipotong harga ikan dan pakan sekitar 5 juta, panen per 2 bulan sekali. nah pilih mana?. hmmm, kalo menurut teory sih pilih yang untungnya paling banyak, itulah kenapa sekarang banyak orang di pringgasela mengembangkan peternakan kolam ikan. *bagus nggak tuh?.

salut dah buat bapak yang bisa baca peluang, peluang besar, kesempatan besar, penghasilan besar, untung nggak buntung kan, sebuah cerita dari pringgasela yang pelan tapi pasti bergerak maju. bukan hanya tenun pringgasela yang menjadi primadona, tapi suatu saat nanti ikan hasil ternak orang-orang dipringgasela akan menjadi primadoan juga *berharap seperti itu. buat bapak yang pertama kali bikin kolam di gang sukiman azmi dan bisa membaca peluang bisnis, congrat, ternyata banyak juga yang ngikutin ide bapak, setidaknya kita punya banyak tetangga sekarang, banyak kolam bertukar ilmu beternak ikan,,,hmmmm,,thats a good.

Flickr Photostream

My Macrame Bag ^^ Slideshow: Dian’s trip to was created with TripAdvisor TripWow!